Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

J.O.D.O.H

Sahabat  Saudaraku  fillah..
Jodoh, rezeki dan kematian adalah rahasia Allah. Hanya Allah lah yang berhak menentukannya. Manusia hanya berusaha semaksimal mungkin baik usaha lahiriah maupun batiniah. Berikut amalan untuk menghadirkan jodoh:




1.Tunaikan perintah Allah baik yang wajib ditambah amalan sunnah dan jauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah.

2.Berwudhu ,sholat lalu berdo’a

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu ia menuturkan : Rasulullah mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan surat Al-Qur’an: Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat selain shalat fardhu kemudian hendaklah mengucapkan :

“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiimi. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub.


“Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibatu amrii, faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii fashrifhu annii fashrifni ‘anhu waqdir liyal khaira haytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir”.


“Ya Allah pilihkanlah untukku dengan kekuatan ilmu-MU, tentukanlah untukku dengan kehendakm-MU, aku minta kemurahan-MU yang sangat luas, karena Engkaulah yang bisa menentukan sesuatu dan aku tidak bisa, Engkau maha mengetahui apa yang tidak ku ketahui, dan Engkaulah yang paling tahu hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika sesuatu ini menurut-MU baik bagi diriku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka pilihlah dia untukku dan mudahkanlah dia bagiku kemudian berkahilah, dan seandainya ini menjadi malapetaka bagiku, agamaku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka jauhkanlah dia dariku sejauh-jauhnya, dan berilah aku kebaikan di mana saja berada dan ridhailah aku karenanya”. ( HR Bukhari ).

Setelah selesai berdoa, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kedalam hati kita sampai kita menemukan kemantapan untuk memilih. Dan apabila masih ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi shalat istikharah itu sampai menemukan kemantapan. Dan apabila kita berhalangan atau tidak mampu melakukan shalat istikharah maka disunatkan untuk membaca doanya saja.Selain itu kita bisa mengamalkan do’a agar diberi jodoh dan keturunan yang baik berikut ini :

♥ Rabbi laa tadarnii fardan wa anta khairul waaritsiin. ( Ya Rabbku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah pewaris yang paling baik) ( QS. Al-Anbiya : 89)

♥ Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yunin wa aj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa ( Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa) ( QS. Al-Furqan : 74).

♥ Do’a jodoh untuk laki-laki:

Rabbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuha wa atazawwaj biha watakuna shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhirah ( Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat ).


♥ Do’a jodoh untuk wanita :

Rabbi habli milladunka zaujan thayyiban wayakuuna shaahiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhirah ( Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat ).

3.Rajin tilawah Al-Qur’an

“Dan Kami turunkan dari Al Quran itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...“ (QS. Al- Isra : 82).

4. Istighfar sepenuh hati

Mungkin kesulitan yang kita alami adalah akibat dari kesalahan dan dosa yang diperbuat namun kita belum bertaubat. Dengan istighfar, memohon ampun kepada Allah dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa diharapkan Allah mengampuni dosa kita. “ Barang siapa yang menekuni istighfar niscaya Allah jadikan jalan keluar dari setiap kesulitan, Dia jadikan kelapangan dari setiap kesusahan dan Dia berikan rizki yang tidak diperkirakan.” ( HR. Abu Daud dan Nasa’i dari Ibnu Abbas ).

5. Bersedekah

Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan: “pancinglah rezeki dengan sedekah”. Rezeki tidak hanya harta benda tapi termasuk juga pasangan hidup yang sholeh/sholehah. Sedekah tidak selalu harus dalam bentuk harta benda namun ucapan yang baik, senyum yang tulus terhadap sesama, menampakkan wajah yang ceria dan berbagai kebaikan juga termasuk sedekah.

6.Introspeksi diri

Nilailah diri sendiri secara jujur.Sudah layakkah diri ini menjadi pasangan yang baik? Mampukah memegang komitmen untuk bertanggung jawab, mencintai dan menyayangi dengan tulus,percaya,jujur dan setia terhadap pasangan? Maka segeralah perbaiki kekurangan diri sehingga Allah pantas memberi jodoh yang baik.

7.Memohon maaf dan minta do’a kepada orang tua

Mohonlah maaf kepada orang tua barangkali selama ini kita belum berbakti atau tanpa sadar kita menyakiti beliau. Dan mintalah do’a kepada orang tua agar dimudahkan mendapatkan jodoh. Dari Abu Hurairah berkata, bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Ada tiga do’a yang langsung diterima oleh Allah secara langsung, yaitu do’a orang yang teraniaya, do’a seorang musafir, dan do’a orang tua terhadap anaknya.” ( HR. Imam Turmudzi , Ahmad dan Abu Dawud ).

8.Senantiasa menjaga hubungan persaudaraan dan perluas pergaulan

Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “ Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menghubungkan tali persaudaraan.” (HR. Bukhari). 

9. Menutup aurat

Katakanlah kepada wanita beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang ( biasa ) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya...” lihat selengkapnya (QS. An Nur : 31 ). 

Menutup aurat hukumnya wajib maka dengan kita mentaati perintah Allah akan mengundang pertolongan-Nya untuk memberikan jodoh yang baik.Namun jika berbagai usaha telah kita tempuh namun belum mendapatkan titik terang, maka bersabarlah.. cepat atau lambat sang pujaan hati kan datang, Insya Allah.

Sahabat-saudaraku fillah yang di Rahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala,demikian semoga manfaat  buat kita semua,’ Yang benar haq semua datang-Nya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang kurang dan khilaf mohon sangat  dimaafkan ’’Akhirul qalam “Wa tawasau bi al-haq  Watawa saubil shabr “.Semoga  Allah Subhanahu wa ta’ala . senantiasa menunjukkan kita pada sesuatu yang di Ridhai dan di Cintai-Nya..Aamiin Allahum Aamiin.

❀.•❤•Walhamdulillah Rabbil’alamin •❤•.❀

Dikutip dari : http://wanitasholehahmutiaramuslimahsejati.blogspot.co.id/2012_01_14_archive.html


Read more »

Rabu, 28 Oktober 2015

Cantik Itu,.....Apa Sih ???



Cantik itu,..........
"BEAUTY, BRAIN, BEHAVIOUR AND BRAVE"
Untuk sahabat- sahabatku yang cantik.. kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu kecantikan untuk kalian semua dari hasil seminar keputrian yang saya ikuti pada tgl 3 Mei 2014 di cynema room kampus J1 . Yang narasumber nya adalah Ibu Yeti Sulfiati, S.pd. Ing. Yuk langsung ajjaa…
Siapa sih yang tak ingin menjadi sosok yang sempurna ?? yang seimbang dari berbagai sisi. Secara fisik, dia cakep. Secara akhlak dia mempesona. Secara otak dia mengagumkan. Dan… tambah lagi, ia juga berani dan heroic. Jika kita mencari padanan sosok itu, barangkali hanya ada di dunia fiksi. Jika padanan itu kita ejawantahkan di dunia nyata, barangkali dunia harus dilipat gandakan sampai ribuan tahun silam, melongok sejarah, ada Ratu Bilqis istri Nabi Sulaiman AS, Bunda Khodijah, Bunda Aisyah, Fatimah Az-Zahra dan sederet nama beken lainnya.
Namun , sejarah adalah inspirasi untuk kita yang selalu mengalir tiada henti. Merekalah para muslimah yang telah teruji membuktikan ke-4 kal itu, Beauty, sekaligus behavior ,brain dan juga brave. Inilah yang membedakan kecantikan seorang muslimah dengan kecantikan Miss Universe manapun. Tentu saja kita juga mau kaaaann mencontoh mereka ??
Untuk lebih jelasnya , pemaparan mengenai Beauty, brain, behavior dan brave bagi seoran muslimah akan di kupas di bawah ini.
  • Beauty
Suatu hal yang sangat disesalkan, bahwa sampai saat ini ada beberapa kalangan muslimah yang memilih tampil “apa adanya”, yakni dengan menggenakan jilbab yang lusuh, bau keringat karena lama tidak dicuci, tidak matching antara atasan dengan bawahan, sobek di sana sini , juga wajah yang jarang terkena sapuan kosmetika untuk membersihkan dari kotoran. Jangan tanya ketika mereka membuka khimar/ kerudungnya rambutnya awut-awutan karena jarang disisir, ketombe nya segudang. O, ya…ada juga diantara mereka yang tidak menyetrika bajunya . belum lagi kaos kaki yang baunya mengalahkan telur busuk..aduuhh.. nauzubillah min dalik dehh..mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam golongan itu. Aamiin..
Hal itu terjadi karena mereka salah dalam memahami hadist nabi berikut ini, Abu Hurairah r.a berkata : Rosululloh SAW bersabda: “ Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk badan dan rupamu, tetapi melihat pada (niat dan keikhlasa) dalam hatimu “. (HR. Muslim).
Ya, memang betul bahwa Allah tidak memandang pada penampilan kita, akan tetapi, kita juga harus memahami bahwa Allah itu mencintai keindahan. Islam adalah agama kebersihan dan keindahan. Telah diriwayatkan, bahwa Rosululloh SAW bersabda : “Bersih- bersihlah, karena sesungguhnya islam itu bersih. “(HR. Ibnu Hibban). Anjuran tersebut menjadi jelas adanya, karena kebersihan itu ternyata berkolerasi dengan iman, sebagai mana samda Nabi SAW, “ Keberssihan mengajak pada Iman, dan iman bersama pemiliknya di surga”.(HR. Thabrani).
Berbagai pandangan ‘sesat’ tentang cantik yang sering menjadi anggapan sebagian besar kalangan,  bahwa seorang wanita dikatakan cantik jika berkulit putih, bertubuh langsing, tinggi, penuh aksesoris, berambut indah, dan lain sebagainya. Namun lain halnya dengan pandanga islam dalam menilai kecantikan seseorang. Perlu diperhatikan, bahwa di dalam islam, menjadi cantik itu tidak perlu harus merubah bentuk, ada beberapa prinsip yang wajib di camkan oleh setiap muslimah agar menjadi cantik.
  • Merawat, bukan merubah
  • Kebiasaan, bukan sekedar instant
  • Tidak perlu dipamerkan kecuali di depan suami
  • Tidak berhias dengan sesuatu yang diharamkan
  • Tidak menyerupai oramg jahiliyah.
  • Senantiasa menjaga hati dan pikiran , maka inner beauty akan terpancar denga sendirinya
  • Menjaga kesehatan, jika kita sehat maka akan tampak cantik dan bugar

  • BEHAVIOUR
Behaviour alias akhlak adalah sebuah pancaran dari hati. Ia adalah personality dari seseorang. Most behavior is learned . Dan bahkan akhlak memang sesuatu yang dimunculkan karena kebiasaan yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, meskipun secara genetika, seseorang sebenarnya tekah memiliki bakat- bakat tertentu.
Dan satu pemicu pentig dari factor lingkungan yang membuat seseorang memiliki personality tertentu adalah spiritual. Islam telah mengajarkan, bahwa kepribadian yang indah, akan membuat seseorang memiliki kemuliaan yang mengalahkann para bidadari surge yang konon dikabarkan dalam Al- QUR’AN sangat cantik jelita.
  • BRAIN
Jangan lupakan otak, wanita yang cantik tentu saja adalah wanita yang cerdas, pintar, baik secara akadenis maupun non akademisnya.
Semua manusia sebenarnya berpotensi untuk menjadi sosok yang sangat cerdas. Kata kunci dari optimalisasi otak adalah stimulasi. Semakin banyak pengalaman yang tersimpan dalam otak, maka ia akan semakin cerdas. Dan masa- masa yang paling baikm untuk proses stimulasi adalah pada usia 0-5 tahun. Karena pada saat itu terjadi pertumbuhan sel-sel otak yang sangat pesat.
  • BRAVE
Brave sebenarnya masuk kategori behavior, karena ia merupakan bagian dari personality seseorang. Pada prinsipnya, keberanian seseorang pertama kali muncul karena ada rasa percaya diri. Sedangkan rumus percaya diri adalah = SELF IDEAL – SELF FACTUAL. Semakin besar selisihnya , semakin rendah rasa percaya diri seseorang, yang berarti semakin dia menjadi penakut dan minder.
Keberanian juga sangat terkait dengan pengalaman, seseorang yang memiliki memori yang buruk, biasanya lebih penakut dibandingkan dengan yang tidak. Oleh karenanya, ketika kita memiliki sebuah peristiwa yang menegangkan, sebaiknya kita tidak lari dari permasalahan tersebut, namun sebisa mungkin menghadapinya, sehingga , meskiput tercetak di dalam benak bahwa kita pernah mengalami hal yang buruk, namun sesuatu itu ternyata bisa kita selesaikan juga.
Spiritual yang baik, lagi- lagi juga sangat berpengaruh terhadap keberanian seseorang. Ketika kita merasakan bahwa kita benar, dan bahwa kebenaran itu harus diperjuangkan, maka kita akam menjadi si Pemberani.
Nah, itulah kriteria wanita yang cantik sesungguhnya, tidak hanya sekedar cantik dilihat dari luarnya saja, namun ia juga cerdas , percaya diri dan pemberani, serta pandai dalam merawat kecantikan dirinya.

Sumber :https://misngah.wordpress.com/2014/05/08/beauty-brain-behavior-and-brave-for-muslimah/
Read more »

Selasa, 08 September 2015

KERAS VS TANGGUH

RENUNGAN BAGI KITA YANG MASIH PERCAYA BAHWA ANAK/MURID ITU PERLU DIKERASI UNTUK BISA MENJADI LEBIH BAIK.



Para orang tua dan guru yg bijaksana,

TAFT (TANGGUH) DAN KERAS dalam mendidik adalah dua hal yg berbeda.

Taft/Tangguh atau dalam bahasa Inggrisnya Tough adalah mendidik anak untuk bisa memiliki daya juang, sementara keras adalah lawan kata dari lembut. Kita bisa mendidik anak untuk memiliki daya juang yg tinggi tanpa harus dengan cara kekerasan atau hukuman. Anak yg taft atau memiliki daya juang tinggi adalah anak yg pantang menyerah tapi bukan tidak mau kalah.

Begitu yg pernah di ucapkan oleh Mendiang Winston Churcil dalam Pidatonya di hadapan 5000 wisudawan Oxford University. Orang yg Taft adalah orang yg NEVER...NEVER AND NEVER GIVE UP !!!. Winston Churcil meskipun ia adalah salah satu contoh orang yg sangat Taft membela negaranya dari Gempuran NAZI Jerman pada perang dunia II, namun ia memiliki pribadi yg sangat lembut.
Kembali lagi pada Doa untuk puteraku, ini adalah sebuah doa yg mencerminkan upaya lahir bathin dari orang tua yg TAFT/Tangguh untuk bisa mendidik anaknya menjadi anak yg Tangguh juga, yakni anak yg memiliki DAYA JUANG tinggi dan PANTANG MENYERAH.

Namun sayangnya yg sering kali terjadi pada sistem pendidikan dan pola asuh orang tua adalah menyamakan arti TAFT dengan Keras. Sehingga cara2 yg di pilih menggunakan kata2 yang keras, suara yg keras dan hukuman yg keras baik fisik atau non fisik.

Pernah ada guru yg bercerita menghukum muridnya yg terlambat datang dengan berdiri di depan kelas selama pelajaran berlangsung. Ada juga guru yang memukul dengan Mistar untuk muridnya yang tidak bisa menjawab soal-soal pelajaran.

Niat sang guru memang baik, agar anak tidak lagi mengulangi perbuatannya, tapi caranya yg tidak tepat.
Coba perhatikan...., anak yg telat datang pasti punya masalah....bisa berbagai kemungkinan masalah yg dialami si anak..., mungkini rumahnya jauh, kendaraannya mogok, telat bangun karena membantu orang tuanya buat kue hingga larut atau kemungkinan karena kurang suka dengan pelajaran dan gurunya yg kurang ramah dan lain sebagainya....

Tugas guru sebenarnya adalah bukan untuk MENGHUKUM, melainkan MENOLONG si anak agar esok tidak telat lagi.. karena semua masalah anak itu mayoritas berasal dari kesalahan pola asuh orang tuanya dirumah.

Caranya adalah dengan melakukan proses telusur.. apa yg menjadi penyebab pastinya. Kerena penyebab telat bagi anak A mungkin tidak sama dengan penyebab telat dengan anak B.

Setelah di ketahui pasti penyebabnya coba anak di ajak dialog kira2 apa yg bisa dilakukan bersama2 antara guru, anak dan orang tua bekerjasama agar anak tersebut tidak telat lagi datang ke sekolah. Hingga jika perlu membicarakan tentang konsekuensi yg di sepakati bersama. Itu yang selama ini kami lakukan di sekolah kami. "MENOLONG ANAK UNTUK BERHENTI BERPERILAKU BURUK DAN MAU BERBUAT BAIKI".

Namun sayangnya banyak pendidik yg tidak melakukan hal ini, dan lebih memilih jalan pintas dengan cara menghukum dan strap berdiri di depan kelas, atau di berikan tugas dsb, Hukuman atau tugas sering kali sama sekali tidak nyambung dengan masalahnya juga sama sekali tidak memberikan solusi bagi si anak.

Hingga akhirnya dengan hukuman tadi anak menjadi TAKUT bukannya SADAR bahwa ia harus datang tepat waktu.

Maka jadilah anak2 tersebut terdidik menjadi generasi yg HANYA TAAT JIKA ADA YG MENGAWASI... karena TAKUT TERKENA SANGSI.

Contoh yg paling mudah kita temukan adalah di lampu merah...., orang2 melanggar lampu merah jika tidak ada yg mengawasi dan bukan menyadari bahwa jika lampu berwarna merah artinya harus berhenti dan menunggu giliran jalan saat lampu hijau.

Begitu pula dengan meng korup uang Rakyat dan Negara..., selama tidak ada yg mengawasi ya sikat saja... begitu pikirnya, karena begitu pulalah pola didik dan asuh yg di terimanya dulu semasa anak2 dan bersekolah.

Apakah anak2 kita kelak menjadi anak yg TAFT/TANGGUH atau KERAS kita semualah (orang tua + guru) yg memutuskan melalui cara mendidik kita dirumah dan di sekolah.

Apakah anak2 kita kelak akan menjadi anak yg TAAT hanya jika ada yg MENGAWASI atau Sadar untuk berbuat semestinya, kita jugalah yg memutuskan melalu cara mendidik kita di rumah dan di sekolah.

Mengutip ucapan pak Munif Chatib:
" Sesungguhnya Orang tua dan guru memiliki kemampuan yg luar biasa untuk MEMBANGUN ATAU MALAH MENGHANCURKAN KARAKTER ANAK2 BANGSA"

Termasuk orang tua dan guru yg manakah kita...?
Mari kita renungkan....

Oleh : Ayah Edy
Read more »

SEBUAH RENUNGAN BAGI YANG HATINYA MASIH DILIPUTI RASA MARAH,KEBENCIAN DAN DENDAM


(Jika dirasa bermanfaat maka sebarkanlah kepada siapa saja yang membutuhkannya)
Suatu hari kami berkesempatan berbincang2 dengan Sang Guru Compassion, di acara talkshow penutup kami di Radio Smart fm.
Sambil menunggu waktu kami duduk bersebelahan agar saya bisa belajar dari Sang Guru mumpung beliau ada disini.
Kebetulan kami berdua saat itu menghadap televisi yang sedang menyiarkan berita demi berita nasional yang provokatif dan menimbulkan kebencian.
Lalu saya mulai terpancing untuk mengomentari tayangan demi tayangan yang disajikan yang isinya tentang hujat menghujat dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan.
Mulailah sy terpancing emosi dan mengeluarkan komentar-komentar pedas, lalu saya mencoba menengok pada wajah teduh sang Guru dan menanyakan apa komentar beliau menanggapi isu ini.
Beliau hanya tersenyum..., dengan wajah damainya beliau hanya berkata, “ Ya..., ini semua sudah sempurna sebagaimana adanya.”
Lalu muncul berita berikutnya yang tak kalah hebohnya, kembali saya terpancing lagi untuk memberikan komentar pedas setengah menghujat.
Ketika saya menengok padanya, beliau kembali tersenyum dengan wajah tenangnya berkata pelan; “ Tidak apa, tidak ada yang salah, semua ini sudah sempurna seperti apa adanya.”
Berkali-kali mendapat jawaban yang sama dan tidak memuaskan hati saya, karena beliau tidak ikut berkomentar sebagai mana pada umumnya orang segera ikutan berkomentar pedas seperti saya, maka saya yang awam ini jadi penasaran, apa sih maksudnya ? keadaan yang seperti ini kok dibilang sudah sempurna ?
Bertanyalah saya pada Sang Guru, apa maksud dari kata2 beliau tadi;
Lalu dengan wajah teduh dan damainya beliau mulai membuka kata demi kata;
"Ya kesempurnaan itu terjadi apa bisa ada dualitas ada keduanya; ada siang dan ada malam, ada hitam dan ada putih, ada api dan ada air, ada sehat dan ada sakit, ada kuat ada lemah, ada lapar ada juga kenyang, ada kita di sini dan ada mereka di sana"
“Mana yang lebih baik Api atau Air ?” beliau tiba2 bertanya pada saya.
Lalu saya berkata; “Tentu saja menurut saya air lebih baik dari pada api, air menyejukkan mendinginkan.”
"Nah disitulah apa bila kita belum memahami arti dari dualitas”.
”Ambil contoh Air, air itu dibutuhkan ketika api ada, Menyejukan itu dibutuhkan ketika ada panas, nah apakah orang2 di kutub utara lebih menyukai air yang dingin atau api yang hangat?.”
”Begitu pula malam datang meneduhkan dan mendinginkan bumi dan siang datang untuk menghidupkan bumi dengan panasnya matahari, Kebaikan itu baru kelihatan jika ada kejahatan. Seperti polisi juga dibutuhkan jika ada penjahat., KPK eksis karena ada para koruptor dst.”
“Itulah artinya semuanya sudah sempurna berada pada perannya masing2, tinggal kita sebagai manusia yang diberi kuasa oleh Tuhan untuk MEMILIH PERAN, maka silahkan tentukan kita mau mengambil peran apa dan peran yang mana?; apakah peran Api atau air, peran jahat atau baik.?”
"Justru jika tidak ada salah satunya maka peran lawannya menjadi tidak lagi dibutuhkan dan berguna.”
Lalu saya bertanya lagi “ lalu bagaimana jika peran kejahatan ternyata jauh lebih banyak dari peran kebaikan, orang jahat jadi lebih banyak dari orang baik?”
“Ya tentu saja jika itu terjadi kita harus segera menambah jumlah dan kualitas orang2 yang memainkan peran kebaikan.”
“Nah begitulah juga peran anda dan kita disini, kita ada karena ada mereka disana yang merupakan kebalikan dari peran kita bukan? “
“Semakin banyak peran yang bukan kita maka semakin dibutuhkanlah keberadaan kita”
“Itulah mengapa kita tidak perlu lagi menghujat dan marah pada mereka tapi bersyukur, karena merekalah maka peran kita menjadi begitu berarti di tengah orang banyak.”
"Jadi barhentilah menghujat, tapi belajarlah MELAMPAUI dualitas tadi."
Sadarilah sebenarnya jauh lebih mudah mengambil peran sebagai kita yang ada disini (sebagai orang baik) ketimbang mereka yang sedang memainkan peran mereka disana lho.. (melihat dan menunjuk ke televisi)
Maksudnya seperti apa ? tanya saya lagi
”Oh Iya dengan memainkan peran kita ini kan, kita cenderung menjadi orang yang lebih banyak menuai pujian, meskipun akan selalu ada sekali2 cemoohan (kembali lagi itulah dualitas); tapi coba bayangkan jika kitalah yang sedang menjalankan peran mereka disana ?"
”Jadi bagaimana agar saya bisa menuju kesana, menjadi lebih memahami dualitas kehidupan ini ?” Tanya saya pada sang Guru.
”Jika kita ingin melampaui dualitas, baik dan buruk dan tidak ingin lagi sering menghujat orang lain, maka belajarlah merasakan lapar sebelum merasakan kenyang, belajarlah di hujat sebelum di puji, cintailah siang jangan membenci malam, pahamilah dan terimalah peran mereka masing2 sebagaimana kita menerima peran kita sendiri.”
”Karena sesungguhnya mereka adalah guru-guru bagi kita yang sedang mengajarkan kita untuk bisa merasakan apa arti dihujat, apa arti bersabar, ya memahami kehidupan ini secara utuh bukan hanya separonya saja.”
”Ingat sering2 lah melatih diri dan belajar dan merasakan menjadi orang yang di hujat dan di cemooh agar kamu bisa tidak ikut-ikutan menghujat."
" Persis sebagaimana para guru besar dunia dari timur dulu, bagaimana para guru ini di hujat tanpa balas menghujat, dihina tanpa balik menghina, diludahi tanpa balik meludahi, dibilang gila tanpa harus membalas memaki, di tampar pipi kirinya diberikan pipi kanannya, hingga pada akhirnya para guru ini mamahami apa hakekat hidup yang sesungguhnya. ”
"Orang yang sudah memahami betul apa hakekat dari kehidupan ini akan segera berhenti menghujat orang lain atau apapun."
"Lalu bagaimana caranya ?" tanya saya pada sang guru.
” Caranya bisa bermacam-macam, tapi yang paling mudah cobalah melontarkan sesuatu yang memungkinkan orang lain untuk menghujatmu, menghakimi mu, tapi sadarilah bahwa ini bukanlah dirimu yang sesungguhnya, melainkan hanya bersandiwara untuk melatih diri melepaskan dari penghakiman karena dualitas kehidupan ini.” Jawab sang guru dengan lembut.
"Belajarlah merasakan dihujat sebelum kita menghujat orang lain, belajarlah merasakan dihina sebelum kita menghina orang lain. Jika kita sudah pernah merasakannya maka niscaya kita tidak akan mau melakukannya."
”Setelah itu apa yang dilakukan ? bagaimana kita bisa kuat menghadapi cemoohan, hinaan, hujatan dan hal-hal yang tidak biasa kita terima ?” tanya saya lagi pada Guru.
Sejenak beliau mulai terdiam, Jika kamu sedang di hujat dan dihina maka "lakukan seperti ini"
"Atur nafas... rileks... rileks...dan semakin rileks, lalu bayangkan kamu sedang di hakimi dan....terima....terima....terima... karena dengan menerima ia akan berproses dari klimaks menuju anti klimaks
....rasakan...rasakan...rasakan.. karena dengan merasakan kamu akan mengerti berada di posisi ini
.... lepaskan..lepaskan...lepaskan..” karena dengan melepaskan semua perasaan yang menyakitkan akan pergi "
”Lakukan ini berulang-ulang hingga kamu terbiasa..“ dan semua perasaan negatif itu lepas dan sirna satu demi satu."
"Wah... sepertinya sulit betul ya, untuk bisa menjadi teduh, damai dan bijaksana seperti guru ?" , kata saya.
”Pada awalnya mungkin terasa sulit tapi jika sudah di latih dan di latih lagi maka lama kelamaan akan menjadi lebih mudah karena terbiasa."
"Persis seperti anak bayi yang belajar berjalan, awalnya sulit namun sekali ia sudah bisa dan terbiasa, akan menjadi sangat mudah."
"Jadi latihlah dirimu dan sering2lah merasakan atau berada di posisi lawan dari peranmu yg sekarang ini, agar kita benar2 terlatih untuk tidak lagi mudah terpancing dan terusik oleh isu apapun dan ikut2an menghakimi orang lain. Melainkan MEMPERKUAT PERANMU SENDIRI untuk menjadi apa, siapa dan melakukan apa di bumi ini"
"Apakah kita ingin menjadi orang yang merusak atau memperbaiki hidup dan kehidupan ini itu adalah pilihan kita sendiri berikut konsekuensinya masing-masing".
”Jika kamu bisa melakukan itu secara spontan, maka damailah di hati dan damailah di bumi.” Beliau menyudahi penuturannya.
Ya Tuhan... mendengarkan penuturan ini rasanya diri saya masih terasa jauh sekali dari samudera keteduhan batin dan jiwa, rupanya saya masih harus mendaki jauh sekali menuju ke puncak kebijaksanaan tertinggi sebagaimana yang dituturkan Sang Guru Compassion.
Semoga Tuhan membimbing setiap langkah ku untuk mendaki satu demi satu anak tangga pelajaran menuju tataran Guru Compassion yang berhati teduh dan damai.
Read more »

Minggu, 25 Januari 2015

Menjadi Guru Ahli Surga dengan Meneladani Sifat Rasul



Melihat contoh perilaku negatif yang dilakukan oleh guru, bisa ditarik satu kesimpulan, guru juga manusia.Tanpa disadari, guru masih dianggap sebagai ‘dewa’ oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Guru adalah makhluk tanpa cela yang seluruh perkataan dan perbuatannya adalah kebenaran.
Guru adalah orang yang tidak boleh dilawan atau disanggah perkataannya. Jika ada siswa yang meragukan atau menyanggah guru, maka siswa tersebut akan dicap sebagai pemberontak. Guru adalah satu-satunya profesi di Indonesia yang dipuja dalam beberapa lagu. Gurulah yang dianggap penghantar manusia menuju masa depan.
Namun guru tetaplah manusia.Ia bisa khilaf dan melakukan dosa. Lemahnya iman bisa menjadikan ia salah jalan. Kurangnya dia bersyukur membuat ia jadi takabur. Tak merasa diawasi menjadikan ia lupa diri. Terlalu cinta dunia membuatnya jadi jumawa.Karena guru tetaplah manusia.Cara pandang sekulerisme telah menjadikan guru sebagai sosok yang jauh dari nilai-nilai Islam. Benturan pemahaman yang ia alami di sekolah menjadikan ia rela menggadaikan keimanannya.
Lalu bagaimana menjadikan guru sebagai ahli surga? Tentu saja dengan meneladani Rasulullah saw. Bukankah Allah sudah menggambarkan dalam ayat-Nya bahwa Rasulullah saw adalah sebaik-baik suri tauladan? Allah SWT berfirman:
]لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا[
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS al-Ahzab [33]: 21).
Rasulullah saw memiliki karakter mulia yang orang Barat pun sudah mengakuinya. Michael H. Hart dalam bukunya “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History” menempatkan Muhammad saw di posisi pertama sebagai orang yang paling memberikan pengaruh di dunia. Rasulullah saw adalah sosok Nabi yang mengangkat manusia ke peradaban yang cemerlang dari masa kegelapan.
Rasulullah saw adalah sebaik-baik guru yang patut ditiru. Rasulullah saw menganggap betapa penting arti pendidikan bagi perkembangan sebuah negara. Setelah perang Badar, Rasulullah saw memerintahkan 70 orang kafir Quraisy yang menjadi tawanan perang untuk mengajar kepada penduduk Madinah. Masing-masing dari mereka bertugas mengajarkan baca dan tulis ke sepuluh anak-anak dan orang dewasa.Hasilnya, 700 orang penduduk Madinah terbebas dari buta huruf. Kemudian 700 penduduk yang sudah bisa baca tulis diminta untuk mengajarkan kembali pada penduduk yang lain.
Sudah sepatutnya para guru mengaplikasikan sifat Rasulullah saw yang juga menjadi sifat wajib Rasul laindalam menjalankan profesinya:
1. Shiddiq
Shiddiq berarti benar.Tidak hanya benar dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan. Berbuat curang di waktu ujian nasional tentu bukanlah perbuatan yang sesuai dengan sifat yang Rasulullah saw miliki.
Seorang guru dituntut untuk mengajarkan kebenaran dan menjunjung tinggi kejujuran. Jika ada kecurangan yang ia ketahui, ia akan berada di garda terdepan untuk mengingatkan yang lain. Ia akan bekerja sepenuh hati tanpa takut dicaci-maki. Karena ia yakin, Allah senantiasa mengawasi.Mengajarkan ilmu yang ‘salah’ juga bukan cerminan dari sifat shiddiq. Ketika ada materi pelajaran yang tidak sesuai dengan pemahaman, ia akan memilih mengungkapkan kebenaran.
2. Amanah
Amanah artinya dapat dipercaya. Guru mempunyai akad ‘jual beli jasa’ dengan orangtua yang sudah menitipkan anak-anaknya pada mereka. Ketika dia tidak melaksanakan tugasnya dengan benar, maka ia bukanlah orang yang memegang amanah.
Mengurangi jam belajar atau hanya memberikan tugas lalu meninggalkan kelas tanpa alasan jelas bukanlah cerminan guru yang amanah.
Sekecil apapun gaji atau honor yang diterima oleh guru, bukanlah menjadi alasan dia untuk mengabaikan akad yang sudah ia ucapkan ketika memutuskan untuk mengajar. Guru yang amanah pun tidak menjadikan kekerasan sebagai jalan mendisiplinkan anak didiknya.Ia akan berlaku lemah lembut penuh kasih sayang. Motivasi akan senantiasa ia berikan manakala ada muridnya yang merasa gagal dalam pelajaran.
Rasulullah saw dijuluki sebagai al-Amin atau orang yang dapat dipercaya sejak beliau masih muda. Kafir Quraisy pun tidak meragukan sifat Rasulullah saw tersebut.
3. Fathanah
Guru yang memiliki sifat fathanah berarti ia cerdas dan bijak dalam melakukan perbuatan. Guru dituntut untuk senantiasa mengembangkan ilmu yang ia ajarkan pada murid-muridnya. Guru yang terus menerus menjunjung metode konvesional tanpa berinovasi tidaklah memiliki sifat fathanah.Guru yang kembali melanjutkan kuliah hanya untuk memperoleh gelar bukanlah guru yang fathanah.Guru yang rela membayar sejumlah uang untuk membeli ‘titel’ bukan guru yang fathanah.
Guru yang fathanah adalah guru yang bisa menjadikan murid-muridnya lulus 100% tanpa harus berbuat curang. Guru yang senantiasa terbuka dalam menerima kritik yang datang dari siswa atau dari guru yang lain. Guru yang senantiasa berkompetisi sehat dengan sesama guru yang lain dalam mendidik generasi muda sebagai tonggak penerus masa depan.
Jika Rasulullah saw tidak memiliki sifat fathanah, mustahil Islam bisa menyebar ke seluruh dunia. Dengan sifatnya yang fathanah, Rasulullah saw berhasil mengajak kafir Quraisy untuk masuk Islam. Strategi perang yang ia sarankan juga menghantarkan kemenangan kaum muslimin di perang badar.
4. Tabligh
Tabligh berarti menyampaikan. Guru memang tidak boleh pelit dalam memberikan ilmu. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi guru. Rasulullah saw tidak mungkin menyembunyikan wahyu. Jika Allah SWT memberikan teguran padanya, beliau saw akan memberitahukan pula pada kaum muslimin. Tanpa ada rasa malu.Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Jika melihat kemaksiatan, guru seharusnya menyampaikan kebenaran walau nyawa jadi taruhan.Ia juga tidak segan jika ancaman pencopotan jabatan senantiasa mengintai. Ia akan mengajak semua pihak termasuk murid-muridnya untuk senantiasa menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya di semua aspek kehidupan.
Jika akhirnya ia pun dikucilkan oleh yang lain, ia pun tak risau. Karena ia yakin Allah SWT akan selalu menemani. Kalaupun ia dipecat, ia yakin Allah SWT Maha Pemberi Rizki.
Menjadi guru adalah tugas mulia.Jika guru dipandang sebagai profesi yang bisa menghasilkan materi semata, tentu menjadi guru yang meneladani sifat Rasulullah saw sangatlah sulit untuk dilakukan. Guru dituntut untuk bisa menahan amarah, senantiasa ikhlas, berlaku lemah lembut sementara gaji yang mereka hasilkan tidak seberapa dibandingkan dengan beban tanggung jawab yang harus mereka emban khususnya bagi guru non-PNS.
Namun, menjadi seorang guru akan menjadikan seorang hamba Allah senantiasa bertambah pahalanya. Rasulullah saw bersabda:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh,” (HR. Muslim).

Walaupun jasad sudah terbungkus kain kafan, amalan seorang guru akan tetap mengalir jika ilmu yang ia ajarkan senantiasa diamalkan dan diajarkan kembali oleh murid-muridnya. Dan kemuliaan itu akan ia dapatkan pula di surga jika ia senantiasa mengingat Allah setiap waktu dan menerapkan peraturan-Nya. Wallahu a’lam bishawab. 

Oleh: Maya Puspitasari, P.hD., Student School of Education, University of Glasgow, Scotland, UK
Di copy dari : islampos.com
Read more »

Jumat, 17 Oktober 2014

WAKTU - WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA


Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain:



Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda yang artinya : “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan baran1gsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”  (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150).

Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”(Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17).

Setiap Selepas Shalat Fardhu

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentangdoa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab:
“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai [dubur shalat, yg benar mungking penghujung shalat, bukan selesai shalat. krn syaikhul islam menegaskan Nabi tdk pernah berdoa setelah shalat] shalat fardhu” (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).

Sesaat Pada Hari Jum’at

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan  seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut” (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6)
Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.
Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya” (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)
Terbangun tanpa sengaja pada malam hari (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190) Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” yaitu terbangun dari tidur pada malam hari.

Doa Diantara Adzan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda.
“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah” (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)

Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda.
“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48)
Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan.

Pada Saat Sedang Kehujanan

Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallambersabda.
“Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”. (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami‘ No. 3078).
Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

Pada Saat Ajal Takziah

Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda:
“Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan” (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)

Pada Malam Lailatul Qadar

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar“. (Al-Qadr : 3-5)
Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

Doa Pada Hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah” (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598).

Artikel Muslimah.Or.Id
Penulis: Siti Anisa, AR
Read more »