Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESENSI BUKU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2015

GENAP (Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita)

Judul: Genap
Pengarang: Nazrul Anwar
Penerbit: Adnara Self-publishing
Tahun: 2015
Cetakan: I
Jumlah Halaman: 165 halaman









“Izinkan aku memulai cerita ini dari sebait akad yang terucap di pelaminan. Sebait akad yang akan mengubah banyak hal, sebait akad yang akan membuat aku dan kamu menjadi kita, sebait akad yang akan membuat kita menjadi sepasang manusia yang saling menggenapi.”
Pernikahan bukan hanya tentang diri kita sendiri, bukan hanya tentang perasaan kita, kebahagian kita, keluarga kita. Tapi juga tentang orang lain yang menggenapi kita. Orang lain yang juga punya perasaan, punya keinginan untuk dibahagiakan, juga punya keluarga dan latar belakang tersendiri. Dalam proses menuju pernikahan, ada yang cepat, ada yang lama. Namun, ini bukan masalah cepat atau lambat, bagaimana seseorang menyikapinya dalam ruang tunggu tersebut hingga saat menggenap itu tiba. Ketika menggenap tiba tidak hanya kebahagian yang dirasakan, namun berbagai hal dan rasa bisa terjadi bahkan ruang tunggu itu pun tetap ada hanya saja bentuk yang ditunggu itu yang berbeda.
Buku yang ditulis dan diterbitkan secara pribadi oleh Nazrul Anwar sangat menarik dan memberikan pelajaran dari setiap cerita yang ditulisnya. Cerita berupa serial fiksi yang terinspirasi dari kesehariannya menjadikan buku ini mengalir dan saling bertautan selain itu cerita yang diberikan terdapat juga dan dirasakan pada sebagian orang atau pastinya pernah merasakan hal serupa. Genap bercerita tentang pasangan muda yang mencari dan menemukan jodohnya serta bagaimana mereka membangun rumah tangga di fase-fase awal pernikahan mereka karena terkadang banyak hal yang ternyata diluar dari bayangan bahkan ekspetasi kita tentang menggenap. Ketidak cocokan, cemburu, cuek, kerahasiaan, kebohongan mewarnai fase-fase pernikahan. Selain itu pada buku ini tidak hanya dilihat dari sudut pandang wanita namun juga terdapat sudut pandang lelaki sebagai suami dan sudut pandang orang lain dalam ia menemukan dan memperjuangkan atau dalam menentukan suatu pilihan.
Buku ini terdiri dari berbagai cerita dimulai dari Siapapun kamu; Ternyata kamu; Demi kamu; Jika dia bukan kamu; Mencintai Kamu; Seperti kamu; Kebohongan kamu; kesederhanaan kamu; mencemburui kamu; Aku, dia, dan kamu; hingga Penutup dari kamu. Berbagai sudut pandang yang tak biasa mewarnai cerita pada buku ini, harapannya bisa memberikan pemahaman yang baru lagi baik untuk pembacanya, karena cara kita memandang sesuatu akan mempengaruhi cara kita bersikap. Untuk itu diperlukan pemikiran yang benar dan pemahaman yang baik, agar kita jernih dalam menyikapi segala hal yang timbul dalam pernikahan. Hal ini karena dalam prakteknya pada pernikahan banyak kerikil-kerikil yang dapat membuat kita tersandung dalam menjalani proses pernikahan yang tidak begitu singkat.
Secara keseluruhan, buku ini mengajak para pembaca untuk meluruskan paradigma akan konsep jodoh dan pernikahan. Seperti kata salah satu teman yang telah membaca buku genap dan dia single hehe.. bahwa setelah ia membaca buku tersebut ia berfikir kalau menikah tidak harus memilih yang sempurna karena menikah itu proses penyesuaian. Menikah juga proses perbaikan. Proses saling memahami segala kekurangan. Ya, karena jika mencari yang sempurna itu tidak ada karena suatu saat pasti akan ada saja ketidak cocokan. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Jadi yang lebih tepat mencari dan memilih untuk saling melengkapi.
Buku ini tidak hanya bisa dinikmati untuk yang masih single, tapi yang baru menikah ataupun yang sudah menikah pun dapat menikmatinya. Hal ini karena buku ini mengajak kepada pasangan bagaimana menjalani dan mempertahankan keberkahan dalam menggenap karena pernikahan tak selalu tentang cinta diawalnya. Harapannya muncul semangat dan kekuatan baru dalam mewujudkan visi pernikahan serta perbaharuan perasaan cinta menjadi lebih baik. Oleh karena itu pentingnya usaha yang sungguh-sungguh dalam menjalaninya dan selalu bisa memperbaiki proses kehidupan yang sedang dijalani.
Selamat Menggenap. Selamat Menjalani Proses Kehidupan
“Ketika Aku dan Kamu Menjadi KITA”
Read more »

Jumat, 17 Mei 2013

Review Buku "Udah Putusin Aja!" oleh Felix Siaw

Buku apa ini? Apa hebatnya isi buku ini? hebatnya buku ini, telah membuat banyak remaja mengakhiri hubungan pacaran yang sudah berjalan. Hebat bukan?
#hee...kata yang promo c gt .. (lho??)

Jadi begini. Buku ini memang isinya adalah tentang bagaimana islam menyediakan jurus jitu nan hebat dalam bercinta. Yang tiada jurus cinta lain yang dapat menyetarainya apalagi melebihinya. Dan dengan jurus bercinta yang disediakan islam ini, cinta bakal menghasilkan keberkahan. Efeknya demikian dahsyat. Dahsyat dunia-akhirat. Sudah pasti bakal ada manfaatnya. Sudah pasti pula bakal bikin kita terhindar dari segala macam yang bakal mencelakakan kita. Pokoknya, jurusnya sempurna. Kok sempurna? Karena, Yang menyediakan jurus jitu bercinta ini adalah Yang Menciptakan kita. Yang Paling Mengetahui segala hal. Ialah Allah Swt. 

Greget banget untuk mereka yang cerita cintanya kerap diterjang hujan badai duri dan jarum. Mereka yang penuh dengan lika-liku masalah dalam cerita cintanya. Maupun mereka yang belum menemukan cinta yang sesungguhnya. Sebab, itu semua terjadi hanya karena satu penyebab. Penyebabnya adalah, jurus bercinta yang salah. Bukan jurus cinta yang diajarkan islam. Melainkan jurus cinta yang penuh salah kaprah, yang diajarkan oleh orang-orang tak beres. Seperti halnya para artis Barat, Korea, Jepang, dan lai-lain yang notabene nggak ngerti islam, serta tidak indah cerita cintanya, hanya indah di sandiwara saja. 

Buku ini cocok dibaca oleh segala kalangan. Mulai dari:

  • Laki-laki
  • Perempuan
  • Yang jomblo
  • Yang pacaran
  • Yang kayaknya pacaran dengan istilah teman tapi mesra, teman dekat, satu kelompok, kakak-adik, tunangan, dan lain-lain
  • Yang baru putus
  • Anak SD
  • Anak SMP
  • Anak SMA
  • Mahasiswa
  • Karyawan
  • Pengusaha
  • Pengangguran, belum berpenghasilan finansial
  • Mereka yang ingin menikah, tak tahu mau mulai darimana
  • Mereka yang sudah siap menikah
  • Mereka yang belum siap menikah
  • Mereka yang dalam perencaan pernikahannya ada masalah. Seperti halnya tidak direstui, belum punya modal, belum siap, dan masalah lainnya
  • Orang tua, untuk membimbing anak-anaknya. Maupun untuk orang tua itu sendiri yang kerap bermasalah dengan istrinya/suaminya
  • De-el-el pokoknya...
Sudah sepatutnya saya salut dengan ilmu yang dipaparkan oleh ustadz Felix. Tapi, tidak hanya itu, dalam kacamata passion desain grafis saya,  isinya full colour Sudah begitu, bahan kertas cover dan kertas isi halaman-halamannya luar biasa bagus!  Keren!  Kayak infografik gitu. Ketika pertama kali memegang buku ini, sempat bergumam di pikiran saya, "Jangan-jangan dalam pembuatan buku ini, ustadz Felix nombok nih?" 

Begitulah karena sangkin mewahnya desain isi bukunya. Yah, coba saja lihat gambar-gambar berikut ini. Ini adalah preview isi bukunya yang saya bilang kayak infografik gitu:


Bukan mustahil, dengan desain begini, ini buku bakal bisa menimbulkan awareness, attractive, dan action sesuai yang author diinginkan. 

Pokoknya harga buku ini sangat murah jika dibandingkan dengan manfaat yang kita dapat maupun jika dibandingkan dengan fisik bukunya. Kata "mahal" sama sekali bukan alasan bila tidak bisa membelinya. Sebab, menurut saya, buku ini sangat tidak cocok digandengkan dengan kata "mahal". Malahan, murah sangat. Murah sangat! happy senang laugh tertawa Cocok pulalah bila buku ini dihadiahkan untuk pacar Anda. 

#Semoga Bermanfa'at...Barakallah... :)

Notes Paling penting..hihii... ::
Buat temen2 yang mau beli ni buku...khususon daerah Kabupaten "CILACAP"
buruaaann pesen di ::

PUSTAKA AN-NUR / H@BIB Colection Jalan Gatot Subroto 138 B
(sblah kiri SD. Muhamadiyah 08) and no hp. 083863460451

Read more »

Buku Barakallahu Laka "Bahagianya Merayakan Cinta"

Barakah itu membawa senyum, meski air mata menitik nitik.
Barakah itu menyergapkan rindu ditengah kejengkelan.
Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut disaat dada kita sesak oleh masalah.

Sesudah menikah, semoga barakah hidup kita semakin bertambah. Barakah mengasah rasa, menempa jiwa, memberikan sebuah dunia yang kadang tak tertembus penglihatan manusia biasa.

Suatu hari mungkin kita menyaksikan seorang lelali, ikut antri di warung pecel lele di daerah Monjali (Monumen Jogja Kembali). Mendung bergantung sore itu, dan warna hitam yang menyeruak di barat mlai mendekat. Dia, berkaos putih yang lehernya mulai geripis, di kepalanya ada pecis putih kecil, dan celananya beberapa senti di atas mata kaki. Sandal jepit swallow yang talinya hampir putus nyangkut di antara jempol dan jari kakinya. Seperti yang lain ia juga memesan, '' Pecel Lele Mas!''
''Berapa?'' tanya Mas penjual yang asyik menguleg sambal terasi sambil sesekali meraih sothil besar untuk membalik gorengan lele di wajan raksasa. Gemuruh bunyi kompor mengharuskan orang bicara sedikit keras.
''Satu. Dibungkus...'' Perlahan tangannya merogoh saku celana, lalu duduk sembari menghitung uangnya. Malu-malu, tangannya dijorokkan sedikit ke bawah meja. Uang pecahan ratusan yang sudah disatukan dengan selotip bening per sepuluh keping, pas jumlahnya sesuai harga.

'' Nggak makan sini aja Mas?? Takut keburu hujan ya?''
''hi hi, buat istri...''
''Oowh...''

selesai pesanannya dibungkus, bersamaan dengan bunyi keritik yang mulai menggambar titik-titik basah di tenda terpal milik Mas Pecel Lele. Agak berlari ia keluar, tapi melebatnya sang hujan jauh lebih cepat dari tapak-tapak kecilnya.
Khawatir pecel lele untuk istri tercinta yang hanya dibungkus kertas akan berkuah, ia selipkan masuk ke perutnya. Bungkusan itu ia rengkuh erat dengan tangan kanan, tersembunyi di balik kaos putih yang mulai transparan disapu air. Tangan kirinya ke atas, mencoba melindungi kepalanya dari terpaan ganas hujan yang tercurah memukul-mukul. Saat itu ia sadar, ia ambil pecinya. Ia pakai juga untuk melapisi bungkusan pecel lele.huff, lumayan aman sekarang. Tapi 3 kilometer bukan jarak yang dekat untuk berjalan di tengah hujan bukan??

Apa perasaan anda melihat lelaki ini?kasihan. Iba. Miris. Sedih.
Itukan Anda!
Coba tanyakan pada lelaki itu, kalau anda bertemu. Oh, sungguh berbeda. Betapa berbunga hatinya. Dadanya dipenuhi heroisme sebagai suami baru yang penuh erjuangan untuk membelikan penyambung hayat istri tercinta.
Jiwanya dipenuhi getaran kebanggaan, keharuan dan kegembiraan. Kebahagian seolah tak terbatas, menyelam begitu dalam di kebeningan matanya. Ia membayangkan senyum yang menantinya, bagai bayangan surga yang terus terhidupkan yang terus terhidupkan dirumah petak kontrakannya.
Di tengah cipratan air dari mobil dan bus kota yang bersicepat, juga sandalnya yang putus lalu hilang ditelan lumpur becek, ia akan tersenyum. Senyum termanis yang di saksikan jagad. Seingatnya, ia belum pernah tersenyum semanis itu saat ia membujang,.. Subhaanallaah..

* Cerita ini bersumber dari kisah nyata yang dialami Ustad Mohammad Fauzil Adhim (penulis buku Kupinang Kau dengan Hamdallah)

Saat mereka mendoakan, ''Barakallahu Laka...''
kubisikan kepadamu, ''Cintamu sehangat ciuman bidadari...''
Kau menjawab, ''Ada barakah di kala bidadari cemburu.''

Ketika mereka meminta lagi pada Allah,
''Wa baarakallahu 'alaika...''
Lirikanmu menelisik hatiku, ''Dalam badai, dekap aku lebih erat!''
''Bersama barakah, masalah akan menguatkan jalinan, '' begitu kau yakinkan.

Lalu mereka menutup, ''Wa jama'a bainakuma fii khaiir...''
Maka tangan kita saling berpaut dan jemarinya menyatu,
''Genggam tanganku, rasakan kekuatan cinta!''

yang belum / sdg dalam proses menuju pernikahan,,ataupun yang sudah menikah...
Selamat membaca bukunya....
InsyaAllah,,banyak ilmu yang akan kita dapat... :)

#Sob, aye dah pernah baca ni buku cuman belon selese ,...rugi dah kalo lum pernah baca, hehe,...
So,..buruan beli and baca ni buku ya,..buat yang belum nikah penting bgt bwt nambah ilmu,..
thank's before,... :)

Notes Paling penting..hihii... ::
Buat temen2 yang mau beli ni buku...khususon daerah Kabupaten "CILACAP"
buruaaann pesen di ::

PUSTAKA AN-NUR / H@BIB Colection Jalan Gatot Subroto 138 B
(sblah kiri SD. Muhamadiyah 08) and no hp. 083863460451 
Read more »